Monday, July 30, 2012

mimpinya...




ketika saya mengharuskan pikiran saya melupakan apa yang seharusnya dilupakan.

malam itu
pikiran saya melawan
bukan, bukan hanya itu
bahkan hati pun menentang

saya ingin lupa
lupakan!


dan suatu ketika dalam ketidaksadaran saya, saya terjebak dalam mimpi itu, dimana segalanya merupakan pantulan harapan.

kenyataan yang ingin saya lupakan,
segala yang memang saya inginkan


di mimpi itulah kebahagiaan saya rasakan ada.
haruskah saya terbangun? 
ini yang saya cari, 
kebahagiaan ini yang ingin saya rasakan nyata

jika memang mimpi ini adalah pantulan harapan
jika memang harapan ini adalah kebahagiaan
maka biarkan saya merasakan kebahagiaan
dalam angan




saya bahagia. yang saya lihat dalam ketidaksadaran itu, saya bahagia di sana.

jangan biarkan saya terbangun
saya tak ingin kembali merasakan
kenyataan


ketika ketidaksadaran itu hilang, saya menyadari suatu hal, 'mimpi ini' tetap hanya akan menjadi harapan. hanya sekedar, harapan.
atau
jangan biarkan saya menikmati kebahagiaan semu
kembalikanlah saya
dalam kenyataan

No comments:

Post a Comment