Monday, April 12, 2010

they'll never know the truth


semuanya seakan terlihat seperti gambar itu.
bagian sisi yang terang itu seakan membuat perasaan itu lebih terlihat dibandingkan sisi yang satunya
walaupun sisi yang terang itu jauh lebih kecil.
ya, mereka takkan pernah tahu apa yang sesungguhnya terasa
mungkin kebahagiaan yang mereka lihat
mungkin canda dan tawa yang mereka nilai.
canda tawa yang selalu mengiringi dan menyimpan beberapa perasaan yang terpaksa.
"munafik", mungkin bisa di katakan seperti itu.
ketika tidak dapat mengungkapkan apa yang terasa.
saat dimana orang-orang hanya ada saat tertawa bersama.
entahlah, entah mereka tak peduli
entah mereka percaya bahwa canda tawa itu benar benar mencerminkan kebahagiaan.
seperti yang kebanyakaan orang tahu
tawa memang suatu hal yang mencerminkan kebahagiaan.
memang hal yang wajar mereka menganggap hanya ada kebahagiaan disana.
namun ketika menunjukkan kepedihan didepan orang lain
bukankah itu berarti secara tak langsung kita membuat orang lain ikut merasa kepedihan itu
bukankah tidak ada seorangpun yang ingin merasakan kepedihan.
wajar, sungguhlah wajar mengapa mereka hanya ada saat tertawa.


entahlah, bahkan gue tidak mengerti apa maksud semua ini
tapi memang benar adanya
semua tawa itu terkadang hanya kepalsuan belaka.

1 comment:

  1. kenapa lagi kamuuuuh? hidup terlalu singkat loh cuma buat tertawa terpaksa

    ReplyDelete